Showing posts with label Kajian Perempuan. Show all posts
Showing posts with label Kajian Perempuan. Show all posts

Perempuan Dalam Pasungan

Pembongkaran terhadap penafsiran yang cenderung mendiskreditkan perempuan adalah sesuatu yang niscaya karena perempuan bukanlah makhluk nomor dua yang keberadaanya hanya sekedar sebagai pelengkap kaum laki-laki


hal xvi + 362
ISBN 979-3381-38-8

Rp 41.500

Pembebasan Perempuan

Buku ini menyuguhkan wacana kemitrasejajaran lelaki dan perempuan dalam perspektif Islam, atau lebih khusus lagi relasi lelaki-perempuan dalam perspektif tafsir Al-Qur’an dan hadits, baik menurut mufassir klasik maupun tafsir orang Indonesi (Departemen Agama, Hamka, dan Mahmud Yunus) dan juga dari kalangan feminis muslim. Menurut penulisnya, kemitrasejajaran lelaki-perempuan di Indonesia masih normatif, dan belum didukung oleh kenyataan. Tesis utama buku ini, yang diangkat dari disertasi penulisnya, menunjukkan bahwa tafsir-tafsir yang selama ini ada dan berlaku di Indonesia, yakni tafsir Depag, Hamka, Mahmud Yunus, termasuk juga tafsir-tafsir klasik, masih terlihat bias laki-laki



hal viii + 310
ISBN 979-9492-94-7

Rp 30.500

Kuasa Wanita Jawa

Wanita Jawa tidak perlu menjadi maskulin untuk mendapatkan kekuasaan, tetapi justru ia harus memanfaatkan kefemininitasnya


hal xx + 236
ISBN 979-3381-59-0


Rp 33.500

Kekerasan Terhadap Istri

Buku yang ada di tangan pembaca ini juga mengupas tentang kekerasan terhadap perempuan (baca: istri). Kebaruan buku ini ada pada fokus kajian, yakni kekerasan terhadap istri yang secara ekonomi mandiri (bekerja dan memiliki penghasilan). Bila selama ini “image” yang berkembang di masyarakat salah satu penyebab terjadinya kekerasan domestik (rumah tangga) adalah tiadanya kemandirian ekonomi pada istri. Maka penelitian ini mewartakan sebaliknya bahwa kemandirian ekonomi istri tidak mencegah mereka dari kekerasan domestik yang dilakukan oleh suami, baik secara fisik, psikologis, ekonomi, maupun seksual. Lebih dari itu, beberapa bentuk kekerasan yang dialami istri berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan bekerjanya mereka di luar rumah


hal x + 130
ISBN 979-9492-91-2


Rp 12.500

Islam Agama Ramah Perempuan

Jika menurutmu dirimu lebih utama daripada Maryam, A’isyah, atau Fatimah karena engkau laki-laki, sedangkan mereka perempuan maka orang yang mengatakan hal itu pantas disebut sebagai orang bodoh atau bahkan kafir (Ibnu Hazm azh-Zhahiri


hal 1xvi + 344
ISBN 979-3381-71-X

Rp 35.500

Fiqh Perempuan

Melalui buku ini, kita disadarkan betapa luasnya cakrawala lautan ilmu fiqh. Sebagai seorang yang memiliki latar belakang tradisi kitab kuning cukup kuat, kiai Husein Muhammad mampu membaca dan memetakan berbagai ke-timpangan hubungan laki-laki dan perempuan melalui berbagai ragam referensi secara teliti dan kritis. Bhasan tentang kepemimpinan shalat perempuan, khitan, dan sebagainya yang ada dalam buku ini akan memperluas cakrawala pandang kita tentang betapa utamanya fiqh, yang demikian terbuka memberikan ruang dialog seluas-luasnya bagi berbagai pandangan dan pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh


hal xliv + 262
ISBN 979-8966-94-5

Rp 23.000

Feminisme dan Fundamentalisme Islam

Perlakuan tidak adil terhadap perempuan menjadi bukti kuat karakter represif praktik-praktik sosial dan politik fundamentalis



hal xxii + 228
ISBN 979-8451-10-4s
Rp 33.500

Demokrasi Keintiman

Seks tabu? itu dulu. Sekarang beda. Seks bukan lagi se-suatu yang sakral dan suci. Seks setidaknya bagi sebagian orang, adalah sebuah gaya hidup yang juga harus di hormati. Dan tentu setiap orang bebas mengeks-presikannya


hal xiv + 256
979-8451-26-0

Rp 28.500

Dekonstruksi Seksualitas Poskolonial

Meskipun sukses besar menjelaskan ketidakadilan sosial berbasis gender, feminisme gagal memberikan penjelasan atas ketidakadilan yang terjadi karena orientasi seksual. Heteronormativitas, ideologi yang menyatakan bahwa heteroseksualitas adalah bentuk hubungan seksual yang sah, sama sekali tidak dipertanyakan. Oleh karena itu, sangat mendesak kebutuhan untuk membuka perdebatan dan mengembangkan perspektif yang radikal tentang seksualitas dalam konteks Indonesia. Totalitarianisme Islam terhadap waria dan praktik seksual sejenis terjadi karena Islam tumbuh, dibentuk, dan pada giliran berikutnya membentuk memori, cita-cita, dan harapan heteronormativitas, yaitu ideologi yang mengharuskan bahwa seksualitas adalah untuk prokreasi.


hal xxxviii+154
ISBN 979-98451-9-X


Rp 22.500